Perempuan (:)

by azifah an'amillah

Bagiku-di satu sisi, perempuan akan menjadi sosok yang menyebalkan. Tentang keegoisan karna katanya perempuan selalu ingin dimengerti lebih dulu sebelum ia mengerti orang lain.

Bagaimana denganku?

Sebutlah aku sebagai contoh. Jujur saja, aku sudah membuktikannya. Sifat selalu ingin diistimewakan dan tidak mau dibanding-bandingkan dengan yang lain adalah hal yang patut kita hargai saat menghadapi sosok perempuan. Kalau kamu bilang populasi perempuan itu terlalu melimpah lalu kamu sama ratakan antara kebanyakan perempuan yang datang padamu dengan perempuan yang kamu hampiri terlebih dulu, maka kubilang ini keterlaluan.

Perempuan egois?

Ya, mungkin julukan itu lebih tepat untuk aku yang saat ini sedang menjadi contoh.

Sedangkan kata “lebih baik” – tidak akan ada habisnya. Perempuan bertemu dengan lelaki yang baik maka suatu ketika ia akan bertemu dengan lelaki yang lebih baik, hingga mungkin sebulan lagi ia akan bertemu dengan lelaki yang lebih baik lagi. Kupikir lelaki juga begitu jika bertemu dengan perempuan. Kalau katamu aku baik, maka tidak heran jika kamu akan bertemu dengan yang lebih baik dan akan terus demikian lebih baik dan lebih baik.

Saat ini, lelaki yang baik itu akan terus menjaga perempuan yang baik itu pula. Sekalipun kata “lebih baik” datang, itu hanya perihal godaan makhluk bertanduk merah.

“Hei seberapa besar kamu mampu menunjukkan bahwa kamu benar-benar orang baik?”

Kukira begitu.
Tenang, aku tidak akan menyerah  begitu saja wahai makhluk bertanduk merah.

Kubilang sekali lagi, perempuan itu egois. Termasuk aku!

Kusarankan padamu untuk tidak menirunya. Semoga dengan begini, setidaknya aku bisa benar-benar menjadi orang yang baik.

Sekian.