Pilih mana?

by azifah an'amillah

Kali ini saya akan mengajak teman-teman untuk obras (obrolan bebas dan santai). Tulisan ini terinspirasi dari pertanyaan anonim yang disampaikan di akun ask.fm saya.

“Pilih mana, yg berani datang ngelamar duluan atau menunggu yang diidamkan?”

jadi begini…
Setiap orang, saya yakin memiliki sosok yang diidam-idamkan. Perempuan atau lelaki yang baik akhlaknya, perempuan cantik dan cerdas, lelaki tampan dan bertanggung jawab, dan banyak hal lainnya.

Apa itu salah?

Tidak sama sekali. Yang salah adalah ketika kita memaksakan kehendak. Kita tidak pernah tau seperti apa dan bagaimana yang terbaik buat kita. Apakah lelaki yang berbadan tinggi ataukah perempuan berkulit putih. lelaki yang rajin sholat atau perempuan yang rajin mengaji. Sekali lagi, kita tidak pernah tau.

Lalu boleh tidak jika menunggu?

Boleh-boleh saja. Jika dia berharga, patut untuk ditunggu dan diperjuangkan, ya kenapa tidak? Boleh jadi penantian adalah sebuah ujian untuk melihat apakah hambaNya ini akan terus berjuang menjadi lebih baik atau bahkan lebih buruk. Atau bisa jadi seberapa kuatkah hambaNya ini mampu melewati ujian tersebut. Tetap saja Wallohu a’lam.

Nah, kalau teman-teman pernah mendengan istikharah cinta, kita akan menemukan betapa luar biasanya kekuatan doa istikharah.

Sesederhana doa istikharah,” jika ia baik untukku, agamaku, dan kehidupanku maka takdirkanlah, mudahkanlah, berkahilah.”

Coba deh sekali-kali kepo nanyain jodoh. Atau misalnya nih kita lagi deket sama seseorang dan punya perasaan lebih, lalu tanya sama Alloh, pasti ga lama bakal dikasih tau.

Gimana taunya?

Ya macam-macam. Ada yang diberi mimpi. Ada juga yang melalui petunjuk jalan. Ragam cara, yang penting kita peka. Toh selama ini, setiap perlakuan dan kegiatan apapun yang kita ragukan, diam-diam Alloh selalu beri petunjuk kepada kita. Kadang kitanya saja yang kurang peka dan fokus ke hal-hal yang tidak penting.

Jadi, kalau ditanya mau pilih yang mana?

“Kita serahkan saja pada Alloh. Banyak berdoa, terus lakukan istikharah cintamu. Inshaa alloh, Alloh ga akan sia-siakan kamu. Boleh jadi, orang yang berani datang melamarmu adalah orang yang kamu idam-idamkan.”

Gapapa kan berharap seperti itu?

Iya gapapa🙂

Bagaimana dengan saya?
Hemmm masih rahasia. Doakan saja yang terbaik, buat saya dan buatmu juga.

Sudah ah, lanjut garap skripsi dulu.

Selamat malam
…..

Jatinangor, 26 Oktober 2015
21.45 wib