Percakapan Sunyi

by azifah an'amillah

ada saat dimana kita berada dalam sunyi, menyelami alam pikiran, menggali jauh, memperhatikan orang sekitar, hingga akhirnya bercermin pada diri.

aku ingat betul, ketika itu kita berada di keramaian. orang bercuap-cuap memamerkan keadaan. bunyi klontang-klanting dimana-mana. dan kamu menjadikan suasana itu menjadi sunyi dalam sekejap.

“mungkin enak ya jika aku mengalami hijrah. bias merasakan bagaimana hati meminta kita untuk belajar tentang agama kita. berhijab yang baik, memahami dengan rinci setiap langkah-langkah kebaikan yang kita ambil.” begitu katamu dengan suara lirih.

“maksudmu?”aku bertanya ragu.

“ya gitu deh.”jawabmu ikut ragu.

“aku juga begitu.”lanjutku. “aku juga instan kok. sekolah pakai jilbab. liat teman pakai rok, juga jadi pingin ikut pakai rok. dikasih pelajaran agama, ya sudah tinggal dipelajari.”

kamu tetap diam.

“tapi, aku bersyukur.”

“kenapa?”tanyamu penasaran.

“aku bersyukur Alloh telah menempatkanku di lingkungan yang baik. aku senang karena aku bisa melihat keceriaan teman-temanku dalam hijrahnya. walaupun mungkin kita memang tidak mengalami proses beralih yang kamu sebut sebagai hijrah itu. tapi aku yakin, bahwa kita diberi pekerjaan tambahan.”

“memangnya apa?”

“istiqomah. pekerjaan yang sulit sekali dilakukan. sekaranng kita harus bersyukur dengan yang kita miliki: ilmu, penampilan, dan hal-hal baik lainnya. namun bukan berarti kita cukup dengan yang kita miliki saat ini. Alloh menanti laporan-laporan hasil pekerjaan kita. menjadi sebaik-sebaiknya manusia dan istiqomahlah. mungkin kita inilah yang dijadikan Alloh sebagai penerang bagi orang-orang sekitar kita.”

kali ini aku ikut dalam ruang sunyi yang telah kamu bentuk beberapa menit lalu.

“jadi sekarang kita harus bersyukur, terus memperbaiki diri, belajar memaknai, dan istiqomah. barangkali dengan kita menjadi-sebaik-baiknya diri kita, orang-orang akan merasakan senang dengan kehadiran kita. itu penerang juga kan?”

aku tersenyum.

iya, aku sudah lama tidak merasakan-sunyi-semacam ini.

Jatinangor, 20 Oktober 2015
15.25 WIB