Sami’na wa Atho’na

by azifah an'amillah

aku bertanya,”mengapa aku-yang sampai sekarang masih tetap ingin dan bersikeras untuk dekat denganmu? dan mengapa harus kamu? kamu boleh bilang aku bodoh. namun kalaupun akhirnya kita ditakdirkan bertemu dan merajut kenangan bersama, bagiku itu adalah hadiah terindah karna akhirnya aku bisa menjadi makmum-kamu. sami’na wa atho’na.”

Sumedang, 14 Juni 2014
20.03 (UT+7)