Paraplasma

by azifah an'amillah

Ini tugas biodas..

Secara garis besar organisasi sel terdiri dari protoplasma dan paraplasma. Protoplasma terdiri dari bagian-bagian yang berperan dalam proses metabolisme sel, yaitu: selaput sel, sitoplasma, inti sel (nucleus), dan organela. Paraplasma terdiri dari benda-benda atau bangunan-bangunan yang terdapat dalam sitoplasma yang mungkin merupakan hasil aktivitas metabolisme tapi tidak ikut dalam kegiatan metabolisme itu sendiri, yaitu: dinding sel (pada sel tumbuhan), berkas kolagen (pada sel hewan), vakuola, lemak, minyak, glikogen, tetes sekresi, pigmen, d.l.l. Dengan suatu regulasi yang baik dan teratur sel akan menimbun materi dan menyimpan energi serta mengatur pertukaran materi dengan lingkungannya.

PARAPLASMA:
Matriks Ekstra Seluer
1. Hasil Sekresi (butir-butir atau filament)
2. Timbunan Makanan
3. Pigmen

Inklusio
1. Dinding Sel
2. Vakuola

Pada dasarnya pada sel hewan dan tumbuhan terdapat 3 macam MES:
1. Timbunan makanan
Timbunan makanan disimpan dalam sitoplasma sel-sel tertentu. Untuk metabolism diperlukan bahan makanan pokok berupa: protein, karbohidrat, dan lemak.

2. Butir-butir sekresi
Dalam sintesa protein untuk tujuan sekresi maka pada tahap akhir akan dilepaskan dalam vesikel sekresi atau vakuola yang selanjutnya akan menuju ke permukaan sebagai butir-butir sekresi.

3. Pigmen
Pigmen adalah benda-benda dalam sel atau jaringan yang mempunyai warna tersendiri waktu sel masih hidup walaupun tidak diwarnai. Berdasarkan asalnya pigmen dibedakan menjadi: pigmen endogen, dan pigmen eksogen.

Sedangkan, dinding sel dan vakuola disebut sebagai bagian dari inklusio.
1. Dinding sel
Dinding sel merupakan benda mati (inklusio)yang paling menonjol pada sel tumbuhan, jamur dan bakteri. Dinding sel merupakan hasil metabolisme sel yang tidak dimasukan ke dalam vakuola, tetapi ditimbun di bagian tepi sel dan secara spesifik mengelilingi setiap sel pada tumbuhan, jamur dan bakteri. Bangunan ini membedakan proses fisiologis yang terjadi pada sel hewan dan sel tumbuhan. Dinding sel, umumnya lebih tebal, kuat dan kaku disbanding selubung sel maupun matriks sel hewan.

2. Vakuola
Padas sel tanaman yang sedang aktif, sel-sel tumbuhan yang hidup di rawa-rawa hanya mempunyai satu buah vakuola yang besar apabila sel tersebut dalam fase istirahat. Pada saat sel itu aktif menjalankan metabolisme, air dalam vakuola dikeluarkan sedikit demi sedikit sehingga terbentuk vakuola-vakuola kecil, dan apabila sel tersebut istirahat kembali maka vakuola tadi akan menyatu kembali menjadi satu vakuola besar.

Sumber:
Endang Semiarti. 2001. Bahan Ajar Biologi Sel. Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada