Biologist and Astronomer

" ketika kau jatuh maka kau harus bangun kembali "

Hari Blogger Nasional

Menjadi hal yang menarik bahwa kami-kami ini merayakan hari Blogger nasional. Banyak kisah menarik yang terjadi dalam dunia blogger. entah itu pengalaman pribadi maupun fiktif belaka. Saya masih ingat pertama kali motivasi saya mengaktifkan blog ini adalah untuk berbagi. Berbagi ilmu, kesenangan, bahkan kesedihan. Karena jujur, blog ini tempat harta karun saya sebagai saksi kehidupan kuliah saya- mengenal, memahami, dan juga tentang cinta.

Bahwa blogger bukanlah seorang penggalau yang hanya bisa menumpahkannya dengan tulisan di blog. Blogger bukanlah seseorang yang memamerkan aktivitasnya, atau juga membeberkan perasaannya. Blogger hanya ingin memenuhi kesehariannya dengan hal yang bermanfaat. Saling berbagi cerita dan juga pengalaman semacam surat perhatian agar para pembaca bisa berhati-hati agar hal-hal tsb tidak menimpanya. Atau juga semacam surat cinta agar prmbaca yang mengalami hal yang sama bisa saling menguatkan. Atau untuk pelajaran-pelajaran yang tertuang agar bisa diambil hikmahnya, ditiru yang baiknya, dan dijauhi yang buruknya.

Maka blogger, hanya ingin menjadi manusia yang berhati baik, lembut perangainya, dan tutur dalam tulisannya.

Untuk para blogger semua, jangan pernah berhenti menulis! Sejatinya kita adalah penulis sejati, menuliskan urutan-urutan peristiwa luar biasa yang telah terjadi dalam hidup kita, dan tersimpan dengan rapih.

Lembang, 27 oktober 2016
10.00 wib
Pasangan blogger
(Saya dan Suami)

Siapkah menjadi seorang menantu?

Suatu hari saat kamu memutuskan untuk meminta ayah menikahkanmu dengan orang lain, maka beribu-ribu pertanyaan akan dilontarkan kepadamu.

Dari mulai pertanyaan, “siapakah dia? Darimana asalnya?” Hingga- “kamu yakin dia bisa jadi imam yang baik buat kamu?”

Maka perlahan kamu akan menata jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan rapih. Meski kamu tau, sebesar apapun kamu mempersiapkan jawabanmu, di mulutmu hanya keluar perkataan antah berantah darimana asalnya dan itu hanya bisa membuat ayahmu tertawa mendengar jawabanmu. Kamu terlalu malu dan juga gugu untuk membicarakannya. Lucu sekali.

Dari setiap keputusan yang kamu buat, penting untuk mendapatkan ridho orangtua. Tanyakan apakah orangtuamu memiliki firasat tersendiri terhadap keputusanmu. Keputusan yang baik kah? Pastikan bahwa orangtuamu pada akhirnya akan senang mendengarnya.

Sedangkan, bagiku pertanyaan pelajaran dari ayahku adalah,”siapkah menjadi seorang menantu?”

Seorang ayah, akan benar-benar memperhatikan hal sedetail itu. Percayalah, itu terjadi pada setiap Ayah.

Maka, apakah kamu sudah benar-benar mempersiapkan diri menjadi seorang menantu?

Lembang, 5 oktober 2016
17.34 wib

Perempuan yang Menutup Mata

Betul bahwa malam akan menjadi saksi mentup matanya para perempuan. Angin dingin dan juga suara gemerisik daun pepohonan depan rumah menjadikan malam-malam sunyi kian menyakitkan. Perempuan yang mulai menutup mata, selalu siap dengan hal-hal pilu yang akan terjadi slama tidurnya.

Saat berbaring, hati dan fikiran perempuan perlahan mulai tercampur. Drama-drama menyenangkan maupun menyakitkan terolah dengan sendirinya. Perempuan memang pandai berimajinasi tentang perasaan. Ia tidak peduli mana yang ego mana yang rasional. Ia tidak mau ikut campur bahwa drama-drama tersebut bisa jadi akan membuatnya penuh harapan-harapan yang tidak pasti.

Maka saat menutup matanya, drama itu dimulai. Dari sekian banyak perempuan, pasti akan menciptakan drama menyenangkan. Tentu hal ini dilakukan agar tidur kian nyenyak dan bangun dengan segudang harapan. Sedangkan drama menyedihkan diciptakan oleh perempuan-perempuan yang baru saja tersakiti. Entah karena lelakinya ternyata lebih senang membanggakan perempuan lain atau bahkan hanya sekedar memberikan senyum kepada perempuan lain. Dan kamu tau betul bahwa senyum itu berbeda dari biasanya.

Perempuan memang rumit. Dan aku paham itu. Ia tidak perlu diperintah untuk jujur. Seberapa besar perempuan itu mentup mata untuk drama-drama nya, entah karna suka maupun sakit, ia tidak pernah lelah untuk meredam egonya. Membiarkan dirinya terperangkap dalam cinta tulusnya.

Ah, kejam sekali diriku menulis kata terperangkap!

Suatu saat kamu akan mengerti mengapa aku menulis demikian.

Lembang, 6 september 2016
05.18 wib

Pesan Terusan

Anak-anakku sayang,  sekarang kamu telah bertumbuh dari remaja menuju dewasa. Insya Allah Ayah dan Ibumu berjuang untuk memberikan bekal ilmu dan pendidikan  terbaik untukmu. Gunakanlah kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. Belajarlah yang giat dan tekun. Ingatlah bahwa pendidikan ini adalah bekal untu mengarungi kehidupan kelak di dunia dan persiapan menuju akhirat. Janganlah kau sia-siakan waktu untuk menimba ilmu pe getahuan.

Anak-anakku, Ayah dan ibu tidak punya hak menentukan masa depanmu. Kamu sendirilah yang menentukan kamu mau jadi apa nanti. Ayah dan Ibu  hanya berpesan pilihlah masa depanmu sesuai dengan keinginan hatimu. Mau jadi pengawai, mau jadi wiraswastawan, mau jadi seniman, atau mau jadi apapun lakukanlah semuanyan dengan hati yang tulus sehingga memberikan hasil yang maksimal. Ayah dan Ibumu berpesan apapun profesimu nanti harus sesuai dengan rambu-rambu agamu, dinul islam.

Ayah dan Ibumu berpesan jalankan syariat agamu, jangan lupakan sholat, zakat, puasa dan  haji jika mampu. Dan jangan menyekutukan Allah dengan mendewakan atau mengagung-agungkan kekayaan, jabatan dan yang lainnya. Harta dan kekayaan itu tidak kekal adanya.

Ayah dan Ibumu berpesan jangan lupakan melakukan infaq, sedekah dan zakat. Di dalam harta yang kamu miliki ada hak kaum fakir dan miskin. Jangan banyak berpikir kalau mau berinfaq dan sedekah. Yakinlah amal inilah yang nantinya akan menemanimu di alam kubur dan akhirat nanti.

Ayah dan ibumu tidak mengharapkan imbalan apapun darimu. Ayah dan Ibumu selalu berdoa semoga kamu semua menjadi anak yang sholeh. Anak yang berbakti kepada orang tuanya dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Mudah2an ini menjadi bekal perjalanan hidupmu. Dari Ayah dan Ibumu.

Ayah Irfan dan Ibunda Yayuūüôā

Kelak pesan ini akan kuteruskan untuk anak-anakku

Penyakit Bernama Rindu

Ada sebuah penyakit yang namanya tidak tercantum dalam kamus kedokteran. Kusebut ia dengan rindu. Mungkin banyak yang dapat mengungkapkan dengan mudah, bagaimana penyakit ini bekerja. Bagaimana rindu, menjangkit di syaraf dan mengalir bersama aliran pembuluh darah. Namun rindu, bagiku ia menjelma sedemikian rupa – mengabaikan lelah, mengacaukan pikiran hingga memadamkan rasa.

Pada akhirnya, saat rasa dan pikiran mengelak, maka tubuh akan menyerap energi rindu. Energi yang berlebih menjadikan tubuh terekspresi dengan ragam cara seperti demam misalnya. Suhu tubuh rendah dan tinggi secara tak beraturan, lidah tidak pahit juga tidak manis, badan lemas dan hanya mampu bersandar di alas tidur, dan mata hanya berharap melihat manis wajahnya. Sedangkan pikiran menyela dengan argumen-argumen konyolnya. Berkata mungkin ini karena masuk angin, atau mungkin juga karena kurang vitamin. Begitu pula dengan rasa yang tidak mau kalah, meyakinkan diri bahwa semua akan baik-baik saja. Padahal kamu tahu betul bahwa aku sedang tidak baik-baik.

Maka inikah yang disebut-sebut sebagai penyakit bernama rindu?

Semoga rindu, tidak melulu menjadi penyakit yang di elu-elukan. Rindu ada, karena kita yang meramunya, dan kita pula yang menjadi penawarnya. Maka sebaik-baik penawar adalah mengungkapkannya: jujur pada diri sendiri dan berdoa. Sampai sekarang, belum ada yang lebih mujarab dari itu.

Kebumen, 10 Juli 2016
21.15 wib

Perempuan Pendiam

Untuk perempuan yang tiba-tiba saja menjadi pendiam.

Ketauhilah bahwa mungkin dirimu sedang dilanda galau hebat dan kamu lebih memilih diam. Atau mungkin saja kamu akan mengalami suatu kejadian besar sehingga sekarang kamu lebih memilih untuk diam sejenak. Atau kamu belakangan ini memikirkan perencanaan masa depan dan lagi-lagi kamu memilih diam.

Benar, sekarang kamu benar-benar diam dan mungkin itu yang terbaik. Meski pernah terucap beberapa kata dan itu menyakitkan orang lain, maka diamlah.

Kamu yang menjadi diam dengannya, tanpa banyak kata, tanpa banyak tatap. Seakan diam adalah cara bicaramu dengannya. Semoga dia tidak membenci diam mu itu.

Perempuan pendiam,
Tetaplah ceria.
Seperti itu.
Kamu yang kusuka.

Jatinangor, 19 Mei 2016
10.57 wib

Kamu mahasiswa tingkat akhir?

Saat ini saya sedang berada di tingkat akhir sebagai mahasiswa. Seperti yang kita ketahui bahwa kewajiban sebagai mahasiswa harus dituntaskan: skripsi.

maka ketika kamu memasuki duni tingkat akhir, persiapkan segala bentuk mental dan fisik untuk membentengi dirimu dari berbagai hal yang mungkin akan terjadi. Saya sebagai mahasiswa tingkat akhir di era 2016, akan berbagi cerita tentang dilema mahasiswa tingkat akhir. cerita ini diambil dari pengalaman teman-teman kampus dan juga saya sendiri.

 

Judul tugas akhir. Memasuki tingkat akhir, kamu akan dihadapi dengan kegalauan tema penelitian yang akan kamu kerjakan. berbagai hal harus dipikirkan dengan matang terkait efisiensi waktu, lokasi, dana, dosen pembimbimbing, dan manfaat kedepannya. belum lagi ketika banyak dari dosen menawarkanmu berbagai proyek penelitian untuk tugas akhir. antara ga enakan, ingin hemat biaya, dan suka tidaknya kamu dengan proyekan tersebut. atau ada juga yang memilih tugas akhir yang ingin menghasilkan produk atau memilih penelitian yang sulit/belum pernah dilakukan oleh mahasiswa mana pun meski akan mengeluarkan banyak biaya dan waktu.

Dosen.¬†Bersiaplah untuk menjadi buronan dosen. Dosen yang membimbing tugas akhir akan berusaha semaksimal mungkin untuk meluluskan mahasiswanya meski banyaknya kerjaan dan kesibukan tidak hanya untuk membimbing dirimu. Meski revisian masih saja dipegang oleh dosen, ketika kamu tidak sengaja bertemu dengannya, dosen pasti akan menyapamu-salah satu trik untuk membuatmu lebih bersabar menunggu revisian. atau bisa juga, ketika kamu bertemu dengan dosen, beliau akan bercakap lebih dulu dan memberitahumu,”revisiannya nanti ya.” padahal karna kamu sendiri sudah lupa kalau ada revisian yang musti kamu tunggu. Ada juga kisah mahasiswa yang ‘ditahan’ agar tidak mudah lulus. Alasannya bisa jadi karena kamu berpotensi sehingga menjadi aset untuk membantu segala bentuk pekerjaan dari dan untuk beliau. Kamu termasuk mahasiswa tersebut?

Makan. semakin kamu menduduki tingkat akhir, semakin banyak jumlah konsumsi yang masuk kedalam perutmu dan semakin tidak beraturan. Segala macam aci dari cilok, cireng, cimo, cibuy hingga cipuk dan cilung. Meski banyaknya makan bukan menjadi patokan bahwa berat badan akan bertambah.  Kalau Saya sih, berat badan tidak dapat dipungkiri.

Games. Daripada resah mikirin dosbing, mending nge games! DOTA, COC, dan piano tiles menjadi pilihan para mahasiswa-mahasiswi di tahun saya.

Film/Drama. Pastikan di laptop kamu tidak ada koleksi film/drama. Sejumlah film dan drama-drama yang bikin baper justru menambah kebaperanmu dalam mengerjakan skripsi.

Jalan-jalan. kegiatan ini akan kamu lakukan demi melampiaskan rasa lelahmu menunggu datangnya revisian atau bapernya kamu terhadap dosen pembimbing. Nongkrong, hunting, dan weekend justru tidak kalah padatnya dengan hari-hari biasa.

Kesendirian.¬†“lelah, pengen nikah aja.” satu kalimat itu pasti akan sering terdengar dan terucapkan dari teman-temanmu. Rasanya menikah adalah hal yang paling indah. Daripada capek-capek jadi buronan dosen, mending nikah aja. Begitu bukan? ¬†Hati-hati, itu hanyalah satu dari seribu bentuk jenis kebaperanmu saat mengerjakan skripsi.

Wirausaha. Banyaknya waktu luang saat tingkat akhir, menjadikanmu ingin memiliki penghasilan sendiri. Mengisi waktu luang saat menunggu revisian atau mungkin lebih asik jualan daripada ngetik-ngetik di laptop. Ya siap-siap saja, ini adalah salah satu godaan yang mengasyikkan.

Akses Internet. Semakin cepat akses internet yang kamu miliki, semakin lama ketik-mengetikmu. Ingat ya, akses internet berbanding terbalik dengan kecepatan lulusmu. Mau saran? download jurnal dan artikel di kampus yang ber wifi, pulang ke kos baru baca-baca apa yang kamu download tadi. Selama di kampus, tertawalah karena kamu dikelilingi oleh teman-teman yang mencintaimu.

 

Bagaimana? Ada yang ingin ditambahkan?

Pastikan setelah ini kamu tetap ber-DUIT: Doa, Usaha, Ikhlas, Tawakal

dan pesan tambahan dari ayah saya: berikan senyuman terindahmu karena kamu dikelillingi oleh orang-orang yang dicintai dan mencintaimu

Bagikan ceritamu sekarang!

Oiya, segera tuntaskan kewajibanmu sebagai mahasiswa ya nak ^^

 

.

di sini: gedung besar namun terasa penuh nan sesak.

bosan aku dengan penat, enyah saja kau pekat
-Rangga

 Sekian, sementara itu saja dulu.

Rumah kita, Mangrove

Mangrove Centre,

hari ini ada kisah menarik dari KOPMA (Kelompok Pelindung Mangrove) Perumahan Giri Indah-Balikpapan. Sebelum mencapai pintu depan mangrove centre, saya melewati perumahan bagus dengan jalan tiap gang nya diberi nama Jl. Mangrove.

Sambil menunggu perahu untuk mengelilingi hutan mangrove, saya mengobrol asik dengan pengelola hutan mangrove. Saya akui bahwa masyarakat disini begitu baik mau menyanyangi Mangrove meski pihak-pihak yang berwenang kurang begitu memperhatikan.  Masyarakat rajin membuat proposal mencari dana sana-sini untuk pemeliharaan hutan Mangrove. Mangrove centre dijaga dengan baik oleh masyarakat sekitar. Hal ini disadari masyarakat karena saat kayu-kayu mangrove di eksploitasi di masa itu, terjadi angin puting beliung dan menerbangkan atap-atap rumah. Sehingga masyarakat berfikir bahwa Magrove memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Masyarakat mulai menanam kembali bibit-bibit mangrove dan kini stelah 15 tahun, rawa sudah dipenuhi dengan pohon-pohon mangrove. Perlindungan sumber daya alam di hutan mangrove dijaga dengan baik oleh masyarakat. Meskipun bukan hal yang lumrah jika masih ditemukan tangan-tangan jail yang menebang kayu untuk kebutuhan industri, membuka lahan, dan membolongi pipa-pipa air. Balikpapan, kata ayah saya, adalah kota miskin air bersih.

Jenis-jenis mangrove didominasi oleh jenis dari marga Rhizopora, Avicenia, dan Soneratia. Hewannya pun bermacam-macam dari ikan kakap bakau (merah, hitam, putih), kepiting bakau, berang-berang, biawak, kingfisher, cuncak rowo, renggang, burung bangau, dan bekantan. Bahkan terkadang sering ditemukan lumba-lumba terdampar, berenang hinga hulu dan sampai ke pinggiran daratan Mangrove. Pernah diceritakan bahwa ada seekor lumba-lumba yang hampir setiap harinya bolak-balik ke hulu, katanya ini terkait emosional ibu lumba-lumba yang pernah kehilangan anaknya mati di daratan Mangrove. Sejam menyelusuri sungai Zomber, rasanya belum puas menikmati keindahan perilaku hewan-hewan penghuni Mangrove. Bekantan sebagai maskot, adalah monyet terganteng yang sangat disukai. Populasinya sekitar 450 individu. Makanannya adalah buah dari Soneratia. Badannya yang berat dapat mematahkan cabang-cabang pohon Mangrove.

Banyak dari peneliti luar rutin berkunjung ke Mangrove Centre. Menginap di camp hingga berbulan-bulan, membagi ilmu dan pendidikan terkait keanekaragaman flora dan fauna disana kepada KOPMA, dan jujur saja hal ini membuat saya malu sebagai generasi peneliti Indonesia.

Semoga air dan hijaunya pohon Mangrove akan selalu terjaga dan menjaga.

Rumah kita,


Balikpapan, 3 April 2016
16.39 wita

Suka Duka Etnobiologi

halo semua,

kali ini saya akan membagi cerita seputar pengalaman saya sebagai pegiat etnobiologi. sudah pernah mendengar tentang  etnobiologi?

Etnobiologi dapat diartikan sebagai evaluasi ilmiah tentang pengetahuan penduduk pribumi mengenai dunia biologi. Biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Semua aktivitas etnobiologi sangat bergantung dengan pengetahuan masyarakat lokal. adapun metode yang pokok dilakukan adalah wawancara. sehingga tidak heran jika banyak orang akan nyeletuk berbicara seperti ini,”hanya dengan wawancara, kamu bisa jadikan itu sebuah penelitian? hanya dengan wawancara kamu bisa lulus S1?enak ya…”

Jujur saja, dulu saya juga berpikir begitu. Selain mudah, waktu yang terpakai pun sangat efisien. tapi ternyata, yang saya bayangkan tidak 100% benar. banyak sekali suka duka yang cukup unik dan mengesankan di dunia etnobiologi ini, dan saya boleh bilang bahwa saya ketagihan!

Lokasi/Adat. pengetahuan yang masih kental dan terjaga oleh penduduk pribumi, tentunya berada di suatu daerah yang masih jauh dari modernisasi. lokasi yang jauh dari kota, sungkan dengan orang asing, dan yang paling penting adaptasi diri kita dengan lokasi tersebut. misalkan air keruh, kamar mandi terbuka, jalan bebatuan, tidak ada sinyal, makan harus berburu, pakaian keseharian, keikutsertaan ritual, dan hal-hal yang mungkin tidak biasa ditemukan di daerah tempat tinggal kita.

Bahasa.¬†Indonesia dengan 17.508 pulau, memiliki lebih dari 700 bahasa, dan dengan logat yang tiap bahasanya pun berbeda-beda. bayangkan saja jika kita diposisikan di sebuah lokasi penelitian dengan bahasa yang benar-benar pedalaman. pastikan kita punya guide terpercaya. meskipun begitu, adanya guide sangat memungkinkan ‘mengganggu’ saat wawancara dengan responden maupun informan. adanya sifat mengganggu tersebut dapat mempengaruhi data hasil wawancara. jadi, pastikan untuk briefing guide terlebih dahulu agar guide berlaku selayaknya guide.

Wawancara.¬†perlu diketahui bahwa wancara dengan penduduk lokal sangatlah tidak mudah. apalagi berlama-lama wawancara demi menggali informasi yang lebih dalam. memosisikam diri sebagai orang yang asik diajak mengobrol adalah hal yang sangat penting. faktanya, banyak orang yang tidak senang diwawancara. ada juga yang¬†ngacangin,¬†atau kalau pewawancara adalah perempuan dan yang diwawancarai adalah bapak-bapak: maka persiapkanlah mental kita. kenapa? tahan dengan candaan dan sabar dengan godaan/jailan yang mungkin sedikit ‘menggelikan’. belum lagi jika responden adalah perokok. bayangkan jika setiap hari kita wawancara lebih dengan 10¬†rensponden. itu berarti kita setiap harinya menghisap lebih dari 10 rokok dengan berbagai merek. kenyang bukan? bagaimana jika responden justru asik dengan rokoknya. apa perlu kita merokok juga? jawab saja sendiri. yang pasti semuanya pernah saya alami.

bagi responden yang terbuka dengan orang asing, maka bersyukurlah. selain informasi yang didapat menjadi lebih mudah, sudah pasti makanan kita dapatkan disana. belum lagi jika diakhir, ada secercah doa yang dipanjatkan untuk kita. malaikat pas lewat dan wussshhhh~biasanya doa orang sesepuh itu maqbul ^^

diakhir pamit dengan responden, jangan lupa selipkan kalimat,”terimakasih banyak pak, saya doakan bapak/ibu sehat. doa untuk saya juga ya pak/bu.” dan tunggu saja, beragam balasan doa akan dikirim untuk kita.

Evaluasi. sebagai seorang ilmuwan, evaluasi diperlukan sebagai bentuk kroscek dari hasil wawancara dengan studi yang ada di lapangan. dan caranya pun bermacam-macam. misal bagi yang studi tentang tumbuhan atau hewan di hutan, maka pergilah kita jelajahi hutan. ataupun studi tentang ikan di laut, maka pergilah kita memancing ke laut. nikmatilah tiap penjelajahan anda!

Laporan. kalau biasanya anak sains bikin pembahasan dari hasil pengamatan atau itung2an, kalau etnobiologi ga cuman pengamatan tapi juga bikin narasi. Iya, nulis panjang lebar dan berparagraf-paragraf: menulis dengan sangat detail. Lihat saja, kebanyakan dari orang-orang etnobiologi adalah orang yang suka bercerita.


Maka etnobiologi bukan hanya tentang wawancara. It’s about social and science. sosial iya, ilmiah iya. leha-leha ngobrol dengan masyarakat iya, itung-itungan pakai rumus juga iya. dan saya suka! ini menarik dan juga menantang. menambah relasi, menjalin silaturahim, dan menabung doa-doa.

 

Salam dari Mahasiswa pegiat etnobiologiūüôā
Doakan lancar ya…..

Balikpapan, 1 April 2016
21.51 WITA